Laman

Present Continuous Tense

Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan, mengatakan (atau apalah namanya itu istilahnya) suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat ini. Misalnya: Saya sedang menulis sekarang, saya sedang membaca buku sekarang, dll.
Present Continuous Tense ini digunakan jika kita menekankan pada “Sekarang” nya itu.

Rumusnya:
Positif: S + Tobe + V1 + ing
Negatif: S + Tobe+ Not + V1 + ing
Tanya: Tobe + S + V1 + ing


Penggunaan tobe tergantung pada pasangannya apa. Dalam bahasa Inggris setiap Personal Pronoun atau Kata Ganti Orang sudah ada pasangannya masing-masing. Present Continuous Tense tak akan pernah lepas dari Tobe ini:

I am
She is, He is, It is, Trie is, Budi is, dan sebagainya.
You are, We are, The are, Trie and Budi are…

Berikut ini contoh kalimat Present Continuous Tense sesuai dengan rumus diatas:

positif:
- I am writing now
- You are reading my article at present
- She is waiting for you

negatif:
- I am NOT writing now
- You are NOT reading my article at present
- She is NOT waiting for you

tanya:
- Are you writing now?
- Are You reading my article at present?
- Is She waiting for you

sekali lagi diingatkan, Present Continuous Tense ini digunakan jika kita menekankan pada “Sekarang” nya itu ya. Inga inga... hehe

Simple Present Tense

Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENT artinya adalah kini, sekarang.

Rumusnya:
Positif: S + V1 (s/es)
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
Tanya: DO/DOES + S + V1

Contoh Kalimat Positif:
I drink coffee
She drinks coffe
We drink coffee

Kapan pakai S atau ES dan kapan tidak?
Kalau Subjectnya He, She, It, Trie, Budi atau Orang ketiga TUNGGAL maka kata kerjanya tambah S atau ES.
Orang ketiga disini maksudnya adalah orang yang kita bicarakan.

Bentuk Negatif, artinya menyatakan TIDAK. Maka sesuai rumus Present Tense, setelah SUBJECT ditambah DO atau DOES, baru NOT, lalu tambah kata kerja bentuk pertama tanpa S atau ES lagi. S atau ES nya dimana? Sudah di doES tadi.

Untuk I, WE, YOU, THEY tambah DO
Untuk SHE, HE, IT, Trie, Budi tambah DOES

I do not drink coffee.
She does not drink coffee.
Budi does not learn English.

Kalimat tanya untuk Present Tense sesuai rumus di atas:

Tanya: DO/DOES + S + V1

Sama saja pasangannya. Untuk I, WE, YOU, THEY gunakan DO. Untuk SHE, HE, IT, Trie, Budi gunakan DOES. Contohnya begini:

Kalimat positifnya: I drink coffee
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?

Kalimat positif: Budi drinks coffe
Kalimat tanya: DOES Budi drink coffee?

Makalah Seni Sebagai Media Pembelajaran

A. Pengertian Seni

Seni adalah ide, gagasan, persasaan, suara hati, gejolak jiwa, yang diwujudkan atau di ekspresikan, melalui unsur-unsur tertentu, yang bersifat indah untuk memenuhi kebutuhan manusia, walaupun banyak juga karya seni yang digunakan untuk binatang.
Kata “seni” adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “jiwa yang luhur/ ketulusan jiwa.


Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga di Barat pada masa lampau.

Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

Kamus Modern Bahasa Indonesia dari Mohammad Zain yang terbit sekitar tahun 1950, menerangan bahwa yang masuk seni rupa ialah seni lukis, seni pahat dan seni patung. Memang hingga kini dalam pemakaian populer, istilah "seni rupa" sering digunakan dengan lingkup pengertian yang terbatas pada seni lukis, dan seni pahat atau seni patung. Namun, pendidikan formal seni rupa di Indonesia dalam perkembangannya telah memperluas lingkup pengertian istilah itu. Pendidikan tinggi seni rupa dapat menyelenggarakan sejumlah keahlian seperti seni grafis atau desain grafis atau komunikasi visual, desain industri atau desain produk, desain interior atau arsitektur interior, desain tekstil, seni keramik, seni lukis, seni patung dan kriya kayu, logam, kulit, keramik, dan sebagainya.

I Gsuti Bagus Sugriwa dalam tulisan "Dasar-dasar Kesenian Bali" mengatakan bahwa seni berasal dari bahasa Sansekerta sani yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi, permintaan atau pencarian yang jujur. Seni menurut WJS Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976) yaitu suatu karya yang dibuat atau diciptakan dengan kecapakan yang luar biasa seperti sajak, lukisan, dan sebagainya. Atau kecakapan menciptakan sesuatu yang elok dan indah.

Lebih lanjut Herbert Read (1962) mengatakan bahwa lahirnya sebuah karya seni melalui beberapa tahapan sebagai suatu proses. Tahap pertama, pengamatan kualitas-kualitas bahan seperti tekstur, warna dan banyak lagi kualitas fisik lainnya yang sulit untuk didifinisikan. Tahap kedua, adanya penyusunan hasil dari pengamatan kualitas tadi dan menatanya menjadi suatu susunan. Tahap ketiga, proses suatu objektifikasi dari tahapan-tahapan di atas yang berhubungan dengan keadaan sebelumnya. Keindahan yang berakhir pada tahapan pertama belum dapat disebut seni, karena seni jauh telah melangkah ke arah emosi atau perasaan. Seni telah mengarah pada ungkapan sebagai "pengekspresian" dengan tujuan untuk komunikasi perasaan.

Pendapat seni lainnya menurut para ahli diantaranya:
1. Menurut Alexander Baum Garton. Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
2. Emanuel Kant. Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengikhtiarkan kenyataan.
3. Menurut Leo Tolstoy. Seni adalah menimbulkan kembali perasaan yang pernah dialami.
4. Menurut Aristoteles. Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
5. Ki Hajar Dewantara. Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.

B. Fungsi Seni

Manusia sepanjang hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan seni sebab seni adalah bagian dari kehidupan manusia yang sama pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya. Suatu karya seni dapat berfungsi baik secara individual bagi penciptanya dan penikmatnya, maupun secara sosial dalam kehidupan sehari – hari.

1. Fungsi Individual Seni

a. Fungsi individual seni untuk memenuhi kebutuhan rohani
Setiap individu pasti memiliki emosi dan tuntutan emosi itu perlu disalurkan supaya tidak terjadi menjadi beban bagi dirinya.Bagi seorang seniman emosi itu dapat disalurkan melalui kegiatan seni, seperti melukis mematung dan lain – lain. Karena seni adalah suatu kegiatan yang melibatkan ekspresi yang mendalam, dan mengekspresikan perasaan merupakan kegiatan rohaniah. Sedangkan bagi individu – individu lain yang bukan seniman seni dapat berfungsi pula untuk memenuhi kebutuhan rohani yaitu dengan cara menikmati (mengekspresikan) hasil karya seni, misalnya menonton film, menyaksikan pertunjukan drama, mendengarkan musik atau mengunjungi pameran. Kegiatan – kegiatan seperti itu dapat menimbulkan rasa keindahan atau kesenangan batin dalam setiap individu

b. Fungsi individual seni untuk memenuhi kebutuhan jasmani
Selain karya seni murni, juga banyak karya seni pakai yang diciptakan oleh para seniman atau pengrajin, seperti pakaian meubel, alat – alat dapur, perkakas dan perhiasan. Secara individual karya seni tersebut dapat berfungsi fisik, karena hasilnya dapat kita pergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari.

1. Fungsi Sosial Seni
Suatu karya seni memiliki nilai sosial apabila:
Dapat mempengaruhi tingkah laku atau tindakan masyarakat secara kolektif.
Diciptakan untuk dilihat dan digunakan dalam suasana umum.
Mencetuskan atau melukiskan aspek – aspek eksistensi yang bersifat sosial atau kolektif sebagai kebalikan dari sesuatu pengalaman individual
Dalam kehidupan sehari – hari dapat kita jumpai karya seni diterapkan diberbagai bidang, yaitu bidang rekreasi, komunikasi, pendidikan dan bidang agama

a. Fungsi sosial seni dalam bidang rekreasi
Fungsi ini yaitu, karya seni yang sengaja di sajikan sebagai sarana hiburan untuk memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada masyarakat luas. Seperti; seni pertunjukan atau pementasan wayang, orkes,sandiwara,dll.

b. Fungsi sosial seni dalam bidang komunikasi
Apabila karya seni digunakan sebagai media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Maka karya seni tersebut memiliki fungsi sosial dalam bidang komunikasi. Misalnya informasi tentang wajib belajar sembilan tahun disispkan lewat drama himbauan melestariakn lingkungan dituangkan dengan lagu, kritik sosial digambarkan dengan karikatur dan sebaginya.

c. Fungsi sosial seni dalam bidang pendidikan
Peranan seni dalam bidang pendidikan yaitu sebagai alat peraga untuk memperlancar proses belajar supaya anak didik lebih mudah dan mengerti menerimanya. Misalnya suatu peristiwa dalam sejarah disampaikan dengan fillm.

d. Fungsi sosial seni dalam bidang agama
Sejak lahirnya kebudayaan, seni sudah berkaitan dengan fungsi sacral. Manusia percaya terhadap adanya kekuatan – kekuatan gaib dilakukan dengan seni. Kemudian turunnya agama – agam pun mejadi seni sebagai kegiatan yang tak terpisahkan dari kegiatan keagamaan. Misalnya memuja roh – roh nenek moyang atau para Dewa diwujudkan dengan patung. Menyampaikan dakwah Islam dengan pertunjukan wayang atau drama.

C. Peran Seni Sebagai Media Pendidikan

Seni memiliki peran sebagai media pendidikan salah satunya yaitu sebagai alat peraga untuk memperlancar proses belajar supaya lebih mudah memahaminya. Seni memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.

Bidang seni rupa, musik, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni dan keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.

Misalnya di dalam seni teater, pendidikan budi pekerti ini sangat kentara dalam pemunculan karakter tokoh-tokoh yang dilakonkan.
Pembelajaran Seni Budaya ini tidak ingin mendidik siswa agar menjadi seniman, melainkan agar siswa dapat lebih menghayati peran kehidupan dalam mengarungi peradaban. Jika ia tertarik lebih dalam terhadap teater, ia bisa memilih sanggar-sanggar teater di luar sekolah untuk menampung bakatnya tersebut.

Contoh lainnya antara lain ramainya pergelaran seni baik berupa show atau pergelaran seni pertunjukan maupun berupa pameran senirupa yang terjadi selama masa liburan sekolah belakangan ini, ternyata memberikan arti tersendiri bagi kebersinambungan proses kependidikan yang selama tahun ajaran di bangku sekolah.

Setidaknya, kependidikan akan arti nilai-nilai kehidupan dan humaniora kepada generasi muda dan publik luas pada umumnya, bisa terus berlanjut selalu meskipun di luar jam pelajaran sekolah Selalu ramainya publik yang menjadi penonton dan pengunjung pergelaran atau helatan kesenian yang dihelat selama masa liburan ini sudah cukup menjadi indikator betapa animo publik begitu besar atas sarana pendidikan alternatif yang jauh lebih enterteinis atau menghibur.

Berbagai macam materi dan disiplin ilmu sesungguhnya telah tersirat maupun tersurat sebagai pesan moral dalam karya-karya kreatif kesenian yang disajikan para kreator di panggung-panggung teater, film, musik dan tari dan berbagai bentuk seni pertunjukan lainnya.

Atau di arena dan ruang-ruang pameran lukisan, fotografi, otomotif, fashion, disain dan maket miniatur arsitektur, dan lain sebagainya Helatan seni tersebut tidak saja tertumpu di pusat pagelaran seni. Keberadaan mall dan swalayan pun yang lebih bersentuhan langsung dengan publik luas kini pun mulai dilirik. Inilah efektif ekonomi kreatif yang tengah gencar di kampanyekan pemerintah saat ini. Nilai-nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai keilmuan dengan sendirinya termaktub dalam karya-karya seni yang tersajikan tersebut sebagai pesan moral yang disampaikan sang kreator kepada audiensnya.

Saripati pandangan kreator itu pun berikutnya terserap dengan sengaja maupun tidak oleh audiens untuk berikutnya jadi bahan referensi pertimbangan-pertimbangan strategis kejiwaan mereka dalam menentukan sikap ketika menghadapi berbagai persoalan hidupnya.

Butir-Butir Pancasila

isi butir butir pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
    menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/Perwakilan
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Prepositions and Prepositional Phrases

NOUN PHRASE                                                         VERB PHRASE
Subject                         Verb                             Prepositional Phrase
Tassanee Sastravaha   was born                      on April 3, 1947 in a small town in Thailand.
Peter Anderson                        was born                      in September of the same year.
They                             met                               in their junior year of college at a concert.

Prepositions and Prepositional Phrase
Prepositional have been called the biggest little words in English. They are usually quite short and insignificant looking, but they have very important functions. Take a look at these sentences and notice how completely different the meaning of each sentences is.
            A letter was sent to Peter.        A letter was sent for Peter.
            A letter was sent by Peter.        A letter was sent from Peter.
Only the prepositions change, but that is enough to change the meaning entirely.

Used of the Prepositional Phrase in the Sentence.
Many prepositional phrase seem adverbial in meaning, in that they often indicated time, place, manner, or degree, as adverbs do. However, the same prepositional phrase may be used as an adjective, an adverb, or a noun.
The delegates went for a swim before breakfast. (adverb)
A swim before breakfast is better than one after dinner. (adjective)
Before breakfast is a good time to swim.(noun)
Meaning Categories
The following list illustrates the used of prepositional phrase to convey specific kinds of information.
  1. Place, position
Among             The letter might be among those papers.
Between           His shop is between the bank and the post office.
In front of         The ball stopped in front of the bus.
  1. Direction
By way of         Can’t we drive to New York by way of Philadelphia?
Out of               He too some money out of his pocket.
Toward             This road leads toward the sea.
  1. Time
After                Would you please call after eight.
Before              Take this medicine before mealtime.
During              During the winter, I think I’ll go to Florida.
  1. Purpose, reason
For                   Take this medicine for your headache.
  1. Possession
Of                    The leader of the scouts has not arrived yet.
  1. Manner, instrument
By                    I enjoy going there by train.
In                     You can’t go to that restaurant in jeans.
  1. Identification
At                    The shop at the corner sells stamps.
On                    The apartment on the second floor is smaller than ours.
  1. distance
For                   We walked for miles.
  1. Agent
By                    This film was directed by a Czech director.
  1. Material
With                 I must fill my pen with ink.
  1. Quantity
By                    Meat is sold by the pound or by the kilo.

Prepositions with Multiple Meaning
            Some prepositions are used to express a variety of meanings. These may present difficulties. Some of the common prepositions with their various meanings and their most common uses are summarized as follows for reference purpose.
1.         Around
            The police believe that man died around  six o’clock
2.         At
            With a street address if the house number at sunset.
            She lives at 18  Magnolia  Street
            With points in time
            He arrived at 8:00
            With prices
            They are on sale at two dollars a dozen
3.      By
“Alone” (with a reflexive pronoun )
      He lives by himself
  1. For
-   To indicate duration of time
     She played the piano for two hours
            -   “In exchange for”
    He rented the house for very little money
            -   With the beneficiary
               Shall I open the window for you?
            -   “Instead of, “in place of”
                When he was away, his neighbor  did the work for him
            -   With the subject of an infinitive
                It is important for them to arrive early
  1. In
-   With cities, states, countries, continents
    He lives in California
-   With periods of time
    I saw him in January
            -   With lengths of time
                He will come in an hour
            -   With languages
                That opera was originally written in Italian
  1. On
-   To indicate to contact with a surface
    The book is on the table
-   With days of the week and dates
     Summer begins on June 21
-   With the name of a street
    I live on McKinley Street
7.         With
            To indicate association
            She is with a consulting firm
8.         Without
            To indicate the absence of something
            Nothing can live without water

Prepositions That Are Often Confused
In, on, and at, discussed previously, are probably the most often confused English prepositions. Following are some others
1.         Above, over
Above refers to a place higher than a certain point. Over refers to a place directly above a certain point.
The temperature is well above freezing
Over also means “more than “  and  “in the course of’, a period of time.
He is over eighty years old.
2.         Below, under
Below refers to a place lower than a certain point. Under refers to a place directly below  certain point.
That valley is below sea level
Under also means “les than” and “under the supervisor  of “
The children in  this class are under six years ago of age.
3.         Beneath, underneath
Beneath and underneath mean almost the same thing in may users. Generally, both indicate a position lower than a given point. When the meanings diverge, underneath, conveys more specifically the meanings of one object being covered up by another, and beneath may be used in a figurative sense. It may be useful to associate underneath  with under and  beneath with below.
Two hundred feet beneath (below) the surface of the earth, solid rock was found 
The shoes were found underneath a pile of clothes in the closet.
4.         To toward
To is used with verbs of motion and definite destinations. Toward means “in the general direction of”.
We walked to the station
5.         Beside, besides
            Beside means “next to. “ Besides means “in addition to.”
He is sitting beside his brother
Two others won prizes besides us
6.         In, into
            In is used with locations or conditions. Into is used with verbs that show motion
( real or metaphorical ) from on place or state to another
            The child is in the pool. The child jumped into the pool.
7.         Past, beyond
Past is used with verbs of motion to indicate approaching, then passing by a certain point. Beyond refers to a location further away than some specified concrete or abstract point.
The car went past the monument at 10:00  
8.         Between, among
Between refers to position in relation to two persons or things. Among refers to position in relation to three or more persons or things.
I want to put the table between  those two windows
I found your letter among my school papers
9.         Through, throughout
Through refers to motion first into then out of something. Throughout is used with something that is distributed in every part of something.
            Let’s walk through the par
            The news spread throughout the country